Kode: 04.01.020
Penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dalam konteks operasional merujuk pada proses identifikasi dan diagnosis individu yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Secara operasional, ini melibatkan beberapa langkah penting: Deteksi Gejala: Identifikasi individu yang menunjukkan gejala TBC, seperti batuk kronis, nyeri dada, penurunan berat badan, demam, dan keringat malam. Pemeriksaan Klinis: Evaluasi klinis oleh tenaga medis untuk menilai kemungkinan adanya infeksi TBC berdasarkan gejala, riwayat kesehatan, dan faktor risiko. Tes Diagnostik: Tes Tuberkulin (Mantoux): Uji kulit untuk mendeteksi reaksi imun terhadap bakteri TBC. Sputum Examination: Pemeriksaan dahak untuk menemukan bakteri TBC melalui mikroskopi atau kultur. Tes Molekuler: Tes berbasis DNA untuk mendeteksi keberadaan genetik bakteri TBC. Konfirmasi Diagnosis: Berdasarkan hasil tes, dokter menentukan apakah seseorang terdiagnosis TBC atau tidak.
Rasio Deteksi Kasus: Rasio Deteksi Kasus Baru = (Jumlah kasus TBC baru yang terdeteksi) / (Jumlah total individu yang diperiksa) * 100 Prevalensi: Prevalensi = (Jumlah kasus TBC yang ada pada waktu tertentu) / (Jumlah total populasi pada waktu yang sama) * 100 Insiden: Insiden Kasus Baru = (Jumlah kasus TBC baru selama periode waktu tertentu) / (Jumlah total populasi berisiko pada periode waktu tersebut) * 1000 Sensitivitas Tes: Sensitivitas = (Jumlah kasus TBC yang benar-benar terdeteksi oleh tes) / (Jumlah total kasus TBC yang sebenarnya) * 100 Spesifisitas Tes: Spesifitas = (Jumlah individu yang benar-benar negatif pada tes) / (Jumlah total individu yang sebenarnya negatif) * 100
| Kode | Nama Indikator | Level |
|---|---|---|
04.13.01.01.01 |
Cakupan penemuan kasus TBC (Notifikasi Kasus TBC) | Indikator Sasaran KP |
| Kode | Nama Indikator | Level |
|---|---|---|
000551 |
Penemuan Kasus TBC | - |