Kode: 09.02.038
Biaya logistik nasional adalah indikator agregat untuk mengukur kinerja logistik secara makro yang mencerminkan biaya dalam proses logistik dan dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menggambarkan aktivitas ekonomi secara makro. Biaya logistik nasional dihitung dengan menggunakan Tabel Input-Output (IO) dengan metode RAS yang akan disampaikan oleh BPS setiap tahunnya. Table ini menyajikan informasi makro tentang transaksi barang dan jasa serta keterkaitan antarsektor secara nasional. Berdasarkan perhitungan biaya logistik nasional, terdapat 3 (tiga) komponen utama yang diperhitungkan yakni biaya transportasi, biaya pergudangan dan penyimpanan persediaan (inventory), serta biaya administrasi. Adapun cakupan dalam perhitungan tersebut adalah (i) biaya transportasi, terdiri atas outsource transportation atau biaya pengangkutan barang yang dibayarkan dengan menggunakan jasa transportasi serta inhouse transportation atau biaya pengangkutan barang dengan menggunakan transportasi milik sendiri; (ii) biaya pergudangan, merupakan biaya yang menggunakan sektor jasa penunjang angkutan khusus bagian jasa pergudangan dan biaya penyimpanan persediaan (inventory) atau biaya alokasi output suatu sektor dalam memenuhi kebutuhan input sektor-sektor lain untuk keperluan produksi, baik berasal dari dalam negeri (permintaan antara) maupun dari luar negeri (impor); dan iii) biaya administrasi, merupakan biaya dari persentase terhadap cost of sales.
Biaya Logistik Nasional = TransCostt+ WarehouseCostt+InvCostt+ AdmCosttPDB ADHB × 100% Keterangan: TransCost = Biaya Transportasi (Juta Rupiah) WarehouseCost = Biaya Pergudangan (Juta Rupiah) InvCost = Biaya Penyimpanan Persediaan/Inventory (Juta Rupiah) AdmCost = Biaya Administrasi (Juta Rupiah) PDB ADHB = Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (Juta Rupiah) Biaya Transportasi Outsource Transportation = Total Input Jasa Transportasi × Rasio Pengangkutan Inhouse Transportation = Biaya Pengangkutan Sektor jasa Transportasi Biaya Pergudangan Biaya Pergudangan = Total Input Jasa Pergudangan × Rasio Pengangkutan Biaya Penyimpanan Persediaan (Inventory) Biaya Penyimpanan Persediaan = (Total Permintaan Antara + Impor Barang) × Suku Bunga Kredit Modal Kerja Biaya Administrasi Biaya Administrasi = (Biaya Transportasi + Biaya Pergudangan + Biaya Penyimpanan Persediaan) × (% Hasil Survei Biaya Administrasi)* * Keterangan: Saat ini persentase Biaya Administrasi masih menunggunakan hasil survey World Bank di tahun 2016. Kedepannya Survei Biaya Administrasi rencananya akan dilakukan setiap tahun bersama dengan BPS dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) PDB Atas Dasar Harga Berlaku PDB Atas Harga Dasar Berlaku digunakan untuk mencerminkan struktur perekonomian setiap tahunnya. PDB Atas Dasar Harga Berlaku untuk mengakomodasi tidak hanya variabel perubahan volume output pada setiap sektor dalam perekonomian, tetapi juga mengakomodasi perubahan harga yang terjadi, sehingga membentuk nilai (value) output pada setiap sektor dalam perekonomian setiap tahunnya.
| Kode | Nama Indikator | Level |
|---|---|---|
20 |
Biaya logistik (% PDB) | Indikator Utama |
| Kode | Nama Indikator | Level |
|---|---|---|
05.02.01 |
Biaya Logistik | Indikator Sasaran PN |
05.03.02.01 |
Biaya Transportasi Logistik terhadap PDB | Indikator Sasaran PP |