Standar baku pengkodean dan penyelarasan indikator pembangunan yang digunakan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
[Catatan Rilis] Pemutakhiran Kode Referensi Indikator Pembangunan berdasarkan pemutakhiran Indikator Outcome Pembangunan Daerah dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital
Kementerian PPN/Bappenas
Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP. 26A/M.PPN/HK/05/2025 Tentang Kode Referensi Indikator Pembangunan
Monday, 10 November 2025
| Kode Indikator | Nama Indikator | Parent/Child | Definisi | Rumus Perhitungan |
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Kepulauan Riau | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Greater Jakarta (DKI) | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Greater Jakarta (Jawa Barat) | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Greater Jakarta (Banten) | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Lombok-Gili Tramena | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Manado-Likupang | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Bangka Belitung | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Danau Toba | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Raja Ampat | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Labuan Bajo | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Wakatobi | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Morotai | Child |
Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata.
|
Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
|
|
| Jumlah tamu wisatawan mancanegara pada hotel berbintang | Parent |
Jumlah tamu wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di daerah (Provinsi) tertentu.
|
-
|
|
| Jumlah wisatawan mancanegara di destinasi bahari dan danau prioritas | Parent |
Total jumlah wisatawan manca negara di lokasi destinasi bahari prioritas meliputi Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Maluku Utara, NTB, dan NTT
|
-
|
|
| Jumlah wisatawan nusantara di destinasi bahari dan danau prioritas | Parent |
Total jumlah wisatawan nusantara di lokasi destinasi bahari prioritas meliputi Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Maluku Utara, NTB, dan NTT
|
-
|
|
| Kontribusi sektor parawisata terhadap PAD | Parent |
Investasi Infrastruktur: Melihat investasi dalam infrastruktur yang mendukung pariwisata, seperti pembangunan hotel, restoran, dan fasilitas umum, serta dampaknya terhadap PAD. Penciptaan Lapangan Kerja: Mengidentifikasi berapa banyak pekerjaan yang diciptakan di sektor pariwisata dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah melalui pajak tenaga kerja dan peningkatan daya beli.
|
|
|
| Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB harga berlaku | Parent |
Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDRB Harga Berlaku adalah ukuran yang menunjukkan persentase sumbangan sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu wilayah dalam harga pasar yang berlaku pada periode tertentu. PDRB harga berlaku mencerminkan nilai tambah bruto dari semua sektor ekonomi di wilayah tersebut pada harga pasar yang berlaku saat ini.
|
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB harga berlaku
|
|
| Laju Pertumbuhan Kontribusi Pariwisata Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) | Parent |
PDB pada definisi BPS merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Dengan demikian, Proporsi PDB Pariwisata dalah persen bagian PDB nasional yang dikontribusikan oleh aktivitas terkait pariwisata meliputi: Penyediaan Akomodasi bagi Wisatawan; Penyediaan Jasa Makan dan Minum; Penyediaan Jasa Angkutan Rel untuk Penumpang; Penyediaan Jasa Angkutan Darat untuk Penumpang; Penyediaan Jasa Angkutan Air untuk Penumpang; Penyediaan Jasa Angkutan Udara untuk Penumpang; Penyediaan Persewaan Kendaraan; Agen Perjalanan dan Reservasi Lainnya; Penyediaan Jasa Kebudayaan, Olahraga, dan Rekreasi; Aktivitas Perdagangan Barang-Barang Pariwisata; Penyediaan Jasa Pariwisata Lainnya
|
Rasio PDB Pariwisata = Σ PDB 11 Subsektor Pariwisata/PDB Nasional x 100%
|
|
| PDRB Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum | Parent |
PDRB pada definisi BPS merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu regional tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Dengan demikian, Proporsi PDRB Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) adalah persen bagian PDRB Provinsi yang dikontribusikan oleh aktivitas terkait pariwisata yang meliputi: 1. Penyediaan Akomodasi bagi Wisatawan 2. Penyediaan Jasa Makan dan Minum
|
PDRB Penyediaan Akmamin = Nilai tambah sektor penyedia akomodasi dan makan minum
|