Kode Referensi Indikator Pembangunan

Standar baku pengkodean dan penyelarasan indikator pembangunan untuk dokumen perencanaan nasional dan daerah.

Total Indikator 2,396
Walidata Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital
Kementerian PPN/Bappenas
Riwayat Perubahan

[Catatan Rilis] Pemutakhiran Kode Referensi Indikator Pembangunan berdasarkan pemutakhiran Indikator Outcome Pembangunan Daerah dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Dasar Hukum

Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP. 26A/M.PPN/HK/05/2025 Tentang Kode Referensi Indikator Pembangunan

Tanggal Rilis

10 November 2025

Versi
Tunjukkan data
Menampilkan 501–520 dari 2,396 indikator
No Kode Indikator Nama Indikator Tipe Satuan Klasifikasi Definisi Rumus Perhitungan
501 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Kepulauan Riau Child orang Destinasi Pariwisata: Greater Jakarta Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
502 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Greater Jakarta (DKI) Child orang Destinasi Pariwisata: Lombok-Gili-Tramena Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
503 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Greater Jakarta (Jawa Barat) Child orang Destinasi Pariwisata: Manado-Likupang Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
504 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Greater Jakarta (Banten) Child orang Destinasi Pariwisata: Bangka Belitung Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
505 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Lombok-Gili Tramena Child orang Destinasi Pariwisata: Danau Toba Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
506 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Manado-Likupang Child orang Destinasi Pariwisata: Raja Ampat Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
507 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Bangka Belitung Child orang Destinasi Pariwisata: Labuan Bajo Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
508 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Danau Toba Child orang Destinasi Pariwisata: Bromo-Tengger-Semeru Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
509 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Raja Ampat Child orang Destinasi Pariwisata: Wakatobi Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
510 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Labuan Bajo Child orang Destinasi Pariwisata: Morotai Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
511 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru Child orang Bromo-Tengger-Semeru Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
512 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Wakatobi Child orang Wakatobi Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
513 Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Morotai Child orang Morotai Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata
514 Jumlah tamu wisatawan mancanegara pada hotel berbintang Parent ribu orang Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota Jumlah tamu wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di daerah (Provinsi) tertentu.
515 Jumlah wisatawan mancanegara di destinasi bahari dan danau prioritas Parent ribu kunjungan Total jumlah wisatawan manca negara di lokasi destinasi bahari prioritas meliputi Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Maluku Utara, NTB, dan NTT
516 Jumlah wisatawan nusantara di destinasi bahari dan danau prioritas Parent ribu perjalanan Total jumlah wisatawan nusantara di lokasi destinasi bahari prioritas meliputi Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Maluku Utara, NTB, dan NTT
517 Kontribusi sektor parawisata terhadap PAD Parent persen Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota Investasi Infrastruktur: Melihat investasi dalam infrastruktur yang mendukung pariwisata, seperti pembangunan hotel, restoran, dan fasilitas umum, serta dampaknya terhadap PAD. Penciptaan Lapangan Kerja: Mengidentifikasi berapa banyak pekerjaan yang diciptakan di sektor pariwisata dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah melalui pajak tenaga kerja dan peningkatan daya beli.
518 Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB harga berlaku Parent persen Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDRB Harga Berlaku adalah ukuran yang menunjukkan persentase sumbangan sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu wilayah dalam harga pasar yang berlaku pada periode tertentu. PDRB harga berlaku mencerminkan nilai tambah bruto dari semua sektor ekonomi di wilayah tersebut pada harga pasar yang berlaku saat ini. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB harga berlaku
519 Laju Pertumbuhan Kontribusi Pariwisata Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Parent persen Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi PDB pada definisi BPS merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Dengan demikian, Proporsi PDB Pariwisata dalah persen bagian PDB nasional yang dikontribusikan oleh aktivitas terkait pariwisata meliputi: Penyediaan Akomodasi bagi Wisatawan; Penyediaan Jasa Makan dan Minum; Penyediaan Jasa Angkutan Rel untuk Penumpang; Penyediaan Jasa Angkutan Darat untuk Penumpang; Penyediaan Jasa Angkutan Air untuk Penumpang; Penyediaan Jasa Angkutan Udara untuk Penumpang; Penyediaan Persewaan Kendaraan; Agen Perjalanan dan Reservasi Lainnya; Penyediaan Jasa Kebudayaan, Olahraga, dan Rekreasi; Aktivitas Perdagangan Barang-Barang Pariwisata; Penyediaan Jasa Pariwisata Lainnya Rasio PDB Pariwisata = Σ PDB 11 Subsektor Pariwisata/PDB Nasional x 100%
520 PDRB Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Parent juta rupiah Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota; Destinasi Pariwisata: Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Bali, Kepulauan Riau, Greater Jakarta, Lombok-Gili-Tramena, Manado-Likupang, Bangka Belitung, Danau Toba, Raja Ampat, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi, Morotai PDRB pada definisi BPS merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu regional tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Dengan demikian, Proporsi PDRB Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) adalah persen bagian PDRB Provinsi yang dikontribusikan oleh aktivitas terkait pariwisata yang meliputi: 1. Penyediaan Akomodasi bagi Wisatawan 2. Penyediaan Jasa Makan dan Minum PDRB Penyediaan Akmamin = Nilai tambah sektor penyedia akomodasi dan makan minum