Kode Referensi Indikator Pembangunan
Standar baku pengkodean dan penyelarasan indikator pembangunan untuk dokumen perencanaan nasional dan daerah.
Total Indikator 2,396
Walidata Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital
Kementerian PPN/Bappenas
Riwayat Perubahan
[Catatan Rilis] Pemutakhiran Kode Referensi Indikator Pembangunan berdasarkan pemutakhiran Indikator Outcome Pembangunan Daerah dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Dasar Hukum
Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP. 26A/M.PPN/HK/05/2025 Tentang Kode Referensi Indikator Pembangunan
Tanggal Rilis
10 November 2025
Versi
| No | Kode Indikator | Nama Indikator | Tipe | Satuan | Klasifikasi | Definisi | Rumus Perhitungan | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 541 | Pendapatan dari wisatawan nusantara Bangka Belitung | Child | miliar rupiah | Destinasi Pariwisata: Bangka Belitung | Pendapatan dari wisatawan nusantara merupakan jumlah manfaat ekonomi yang didapatkan suatu destinasi dari hasil pengeluaran/belanja/spending wisatawan nusantara di destinasi tersebut dalam periode waktu tertentu | Pendapatan dari Wisatawan Nusantara = Jumlah wisatawan nusantara x Rata-Rata Pengeluaran per Perjalanan Wisatawan Nusantara | ||
| 542 | Pendapatan dari wisatawan nusantara Danau Toba | Child | miliar rupiah | Destinasi Pariwisata: Danau Toba | Pendapatan dari wisatawan nusantara merupakan jumlah manfaat ekonomi yang didapatkan suatu destinasi dari hasil pengeluaran/belanja/spending wisatawan nusantara di destinasi tersebut dalam periode waktu tertentu | Pendapatan dari Wisatawan Nusantara = Jumlah wisatawan nusantara x Rata-Rata Pengeluaran per Perjalanan Wisatawan Nusantara | ||
| 543 | Pendapatan dari wisatawan nusantara Raja Ampat | Child | miliar rupiah | Destinasi Pariwisata: Raja Ampat | Pendapatan dari wisatawan nusantara merupakan jumlah manfaat ekonomi yang didapatkan suatu destinasi dari hasil pengeluaran/belanja/spending wisatawan nusantara di destinasi tersebut dalam periode waktu tertentu | Pendapatan dari Wisatawan Nusantara = Jumlah wisatawan nusantara x Rata-Rata Pengeluaran per Perjalanan Wisatawan Nusantara | ||
| 544 | Pendapatan dari wisatawan nusantara Labuan Bajo | Child | miliar rupiah | Destinasi Pariwisata: Labuan Bajo | Pendapatan dari wisatawan nusantara merupakan jumlah manfaat ekonomi yang didapatkan suatu destinasi dari hasil pengeluaran/belanja/spending wisatawan nusantara di destinasi tersebut dalam periode waktu tertentu | Pendapatan dari Wisatawan Nusantara = Jumlah wisatawan nusantara x Rata-Rata Pengeluaran per Perjalanan Wisatawan Nusantara | ||
| 545 | Pendapatan dari wisatawan nusantara di Bromo-Tengger-Semeru | Child | miliar rupiah | Destinasi Pariwisata: Bromo-Tengger-Semeru | Pendapatan dari wisatawan nusantara merupakan jumlah manfaat ekonomi yang didapatkan suatu destinasi dari hasil pengeluaran/belanja/spending wisatawan nusantara di destinasi tersebut dalam periode waktu tertentu | Pendapatan dari Wisatawan Nusantara = Jumlah wisatawan nusantara x Rata-Rata Pengeluaran per Perjalanan Wisatawan Nusantara | ||
| 546 | Pendapatan dari wisatawan nusantara Wakatobi | Child | miliar rupiah | Destinasi Pariwisata: Wakatobi | Pendapatan dari wisatawan nusantara merupakan jumlah manfaat ekonomi yang didapatkan suatu destinasi dari hasil pengeluaran/belanja/spending wisatawan nusantara di destinasi tersebut dalam periode waktu tertentu | Pendapatan dari Wisatawan Nusantara = Jumlah wisatawan nusantara x Rata-Rata Pengeluaran per Perjalanan Wisatawan Nusantara | ||
| 547 | Pendapatan dari wisatawan nusantara Morotai | Child | miliar rupiah | Destinasi Pariwisata: Morotai | Pendapatan dari wisatawan nusantara merupakan jumlah manfaat ekonomi yang didapatkan suatu destinasi dari hasil pengeluaran/belanja/spending wisatawan nusantara di destinasi tersebut dalam periode waktu tertentu | Pendapatan dari Wisatawan Nusantara = Jumlah wisatawan nusantara x Rata-Rata Pengeluaran per Perjalanan Wisatawan Nusantara | ||
| 548 | Pengeluaran wisatawan mancanegara | Parent | dolar Amerika Serikat per kunjungan | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Pengeluaran wisatawan mancanegara merujuk pada jumlah uang yang dihabiskan oleh wisatawan dari luar negeri selama kunjungan mereka ke suatu destinasi wisata tertentu. Pengeluaran ini mencakup semua belanja yang dilakukan oleh wisatawan selama perjalanan mereka, seperti akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, belanja souvenir, aktivitas rekreasi, dan lain sebagainya. | Jumlah ekspor jasa perjalanan dibagi dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara | ||
| 549 | Persentase peningkatan perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke daerah | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | Persentase Peningkatan Perjalanan Wisatawan Nusantara yang Datang ke daerah adalah ukuran yang menggambarkan perubahan persentase jumlah wisatawan domestik dari satu periode ke periode berikutnya yang melakukan perjalanan ke suatu daerah tertentu. Ini membantu dalam menganalisis tren perjalanan wisatawan domestik dan evaluasi efektivitas promosi pariwisata daerah. | (Jumlah wisatawan tahun n - Jumlah wisatawan tahun n-1) / Jumlah wisatawan tahun n-1 * 100% Deskripsi: Jumlah wisatawan tahun n: Jumlah wisatawan pada tahun saat ini. Jumlah wisatawan tahun n-1: Jumlah wisatawan pada tahun sebelumnya. | ||
| 550 | Persentase peningkatan perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke Provinsi | Child | persen | Wilayah Administrasi: Provinsi | Persentase Peningkatan Perjalanan Wisatawan Nusantara yang Datang ke provinsi adalah ukuran yang menggambarkan perubahan persentase jumlah wisatawan domestik dari satu periode ke periode berikutnya yang melakukan perjalanan ke suatu provinsi tertentu. Ini membantu dalam menganalisis tren perjalanan wisatawan domestik dan evaluasi efektivitas promosi pariwisata daerah. | |||
| 551 | Persentase Peningkatan perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke Kabupaten/kota | Child | persen | Wilayah Administrasi: Kabupaten/Kota | Persentase Peningkatan Perjalanan Wisatawan Nusantara yang Datang ke kabupaten/kota adalah ukuran yang menggambarkan perubahan persentase jumlah wisatawan domestik dari satu periode ke periode berikutnya yang melakukan perjalanan ke suatu daerah tertentu. Ini membantu dalam menganalisis tren perjalanan wisatawan domestik dan evaluasi efektivitas promosi pariwisata daerah. | |||
| 552 | Persentase Pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara per kebangsaan | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | Persentase Pertumbuhan Jumlah Wisatawan Mancanegara per Kebangsaan adalah ukuran yang menggambarkan perubahan persentase jumlah wisatawan dari negara tertentu yang mengunjungi suatu destinasi dalam periode waktu tertentu, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ini memberikan gambaran tentang tren kunjungan wisatawan dari berbagai negara dan membantu dalam analisis performa pariwisata. | (Jumlah wisawatan tahun n - Jumlah wisawatan tahun n-1) / Jumlah wisawatan tahun n-1 * 100% Deskripsi: Jumlah wisatawan tahun n: Jumlah wisatawan pada tahun saat ini. Jumlah wisatawan tahun n-1: Jumlah wisatawan pada tahun sebelumnya. | ||
| 553 | Pertumbuhan Pariwisata Ramah Muslim | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Pertumbuhan pariwisata ramah muslim (PRM) merujuk pada pertumbuhan Nilai Tambah Bruto (NTB) sektor pariwisata ramah muslim pada suatu periode tertentu. | Pertumbuhan PRM=Nilai Tambah Bruto Halal (NTB) PRM tahun sekarang - NTB PRM tahun sebelumnya | ||
| 554 | Prioritisasi destinasi pariwisata prioritas berbasis bahari dan danau | Parent | lokasi | Prioritas destinasi wisata berbasis bahari meliputi a.l: Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Maluku Utara, Bali, Sumatera Utara, NTB, dan NTT | ||||
| 555 | Persentase Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Aktif dan Tervalidasi | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | Mengukur proporsi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdaftar secara resmi dan terverifikasi keaktifannya dalam suatu periode tertentu | P_PEK = (PEK_A / PEK_T) * 100% Keterangan: P_PEK = Persentase pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang aktif dan tervalidasi PEK_A = Jumlah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang aktif dan tervalidasi PEK_T = Jumlah total pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdaftar | ||
| 556 | Persentase Peningkatan Media Pemasaran Pariwisata | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | Mengukur seberapa besar peningkatan jumlah dan variasi media yang digunakan untuk mempromosikan pariwisata dalam periode waktu tertentu | P_MP = ((M_C - M_P) / M_P) * 100% Keterangan: P_MP = Persentase peningkatan media pemasaran pariwisata M_C = Jumlah media pemasaran pada periode saat ini M_P = Jumlah media pemasaran pada periode sebelumnya | ||
| 557 | Persentase Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | Mengukur perubahan jumlah wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi wisata dalam periode waktu tertentu, biasanya dibandingkan dengan periode sebelumnya. | P_KW = ((W_C - W_P) / W_P) * 100% Keterangan: P_KW = Persentase pertumbuhan kunjungan wisatawan W_C = Jumlah kunjungan wisatawan pada periode saat ini W_P = Jumlah kunjungan wisatawan pada periode sebelumnya | ||
| 558 | Rasio PDRB Penyediaan Akomodasi | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | Rasio PDRB Penyediaan Akomodasi adalah indikator yang mengukur proporsi atau kontribusi subsektor penyediaan akomodasi (seperti hotel, losmen, penginapan, guest house) terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu wilayah dalam periode tertentu. Indikator ini mencerminkan peran ekonomi dari sektor perhotelan dan penginapan dalam perekonomian daerah. | Rasio = (PDRB subsektor penyediaan akomodasi / Total PDRB) * 100% | ||
| 559 | Akses Rumah Tangga Perkotaan terhadap Air Siap Minum Perpipaan | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Akses Rumah Tangga Perkotaan terhadap Air Siap Minum Perpipaan adalah rumah tangga di perkotaan yang memiliki akses terhadap air siap minum melalui jaringan perpipaan yang memenuhi kriteria sebagai berikut 1) Rumah tangga menggunakan sumber air minum jaringan perpipaan; 2) Lokasi sumber air minum berada di dalam atau di halam rumah (on premises); 3) Tersedia setiap saat dibutuhkan; dan 4) Memenuhi syarat kualitas air minum sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. | PASMPP= JRTASMPPJRT x 100% PASMPP: Persentase rumah tangga perkotaan yang memiliki akses terhadap air siap minum perpipaan. JRTASMPP: Jumlah rumah tangga perkotaan yang memiliki akses terhadap air siap minum perpipaan. JRT: Jumlah rumah tangga seluruhnya di perkotaan. | ||
| 560 | BUMD Air Minum Berkinerja Sehat | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | BUMD Air Minum yang sehat adalah BUMD Air Minum yang memenuhi aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasional, dan aspek sumber daya manusia, dengan nilai keseluruhan dari keempat aspek tersebut adalah lebih dari 2,8. | PBS = (JBS/JBT) x 100% PBS = Persentase BUMD AM berkinerja sehat JBS = Jumlah BUMD AM yang berkinerja sehat JBT = Jumlah BUMD AM seluruhnya/total Jumlah BUMD AM yang berkinerja sehat dibagi dengan jumlah BUMD AM seluruhnya dikali 100% |