Kode Referensi Indikator Pembangunan
Standar baku pengkodean dan penyelarasan indikator pembangunan untuk dokumen perencanaan nasional dan daerah.
Total Indikator 2,396
Walidata Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital
Kementerian PPN/Bappenas
Riwayat Perubahan
[Catatan Rilis] Pemutakhiran Kode Referensi Indikator Pembangunan berdasarkan pemutakhiran Indikator Outcome Pembangunan Daerah dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Dasar Hukum
Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP. 26A/M.PPN/HK/05/2025 Tentang Kode Referensi Indikator Pembangunan
Tanggal Rilis
10 November 2025
Versi
| No | Kode Indikator | Nama Indikator | Tipe | Satuan | Klasifikasi | Definisi | Rumus Perhitungan | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 481 | Jumlah devisa sektor pariwisata Bali | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Bali | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 482 | Jumlah devisa sektor pariwisata Kepulauan Riau | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Kepulauan Riau | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 483 | Jumlah devisa sektor pariwisata Jakarta | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Jakarta | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 484 | Jumlah devisa sektor pariwisata Lombok-Gili Tramena | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Lombok-Gili-Tramena | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 485 | Jumlah devisa sektor pariwisata Manado-Likupang | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Manado-Likupang | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 486 | Jumlah devisa sektor pariwisata Bangka Belitung | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Bangka Belitung | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 487 | Jumlah devisa sektor pariwisata Danau Toba | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Danau Toba | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 488 | Jumlah devisa sektor pariwisata dari Raja Ampat | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Raja Ampat | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 489 | Jumlah devisa sektor pariwisata Labuan Bajo | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Labuan Bajo | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 490 | Jumlah devisa sektor pariwisata Bromo-Tengger-Semeru | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Bromo-Tengger-Semeru | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 491 | Jumlah devisa sektor pariwisata Wakatobi | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Wakatobi | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 492 | Jumlah devisa sektor pariwisata Morotai | Child | miliar dolar Amerika Serikat | Destinasi Pariwisata: Morotai | Devisa pariwisata adalah penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang berasal dari kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara. Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencakup, namun tidak terbatas pada, penerimaan dari jasa perjalanan (travel) dan jasa transportasi penumpang (passanger transport). | PDJP= KWn?RPWn; PDJP : Nilai penerimaan devisa jasa perjalanan (juta USD); KWn: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut negara asal dan tujuan kunjungan (orang); RPWn: Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan menurut negara asal dan tujuan kunjungan(USD); | ||
| 493 | Jumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark | Parent | unit | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Jumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark digunakan untuk mengukur jumlah taman bumi (geopark) di Indonesia yang telah mendapatkan rekomendasi atau penetapan sebagai UNESCO Global Geopark. Indikator ini menunjukkan jumlah geopark di Indonesia yang telah direkomendasikan oleh Dewan UNESCO Global Geopark dan/atau secara resmi telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark oleh UNESCO. UNESCO Global Geopark adalah wilayah geografis tunggal yang memiliki situs dan lanskap geologis dengan nilai internasional, dikelola dengan konsep holistik untuk melindungi, mendidik, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. sumber referensi: https://en.wikipedia.org/wiki/UNESCO_Global_Geoparks https://www.agendaindonesia.com/unesco-global-geopark-4-baru-di-indonesia/ https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2023/07/pengakuan-unesco-atas-posisi-indonesia-sebagai-negara-dengan-warisan-geologis-yang-lestari https://www.unesco.org/en/articles/unesco-global-geoparks-council-unveils-16-new-geopark-nominations | Indikator ini dihitung dengan menjumlahkan: - Jumlah geopark yang telah direkomendasikan oleh Dewan UNESCO Global Geopark untuk diajukan sebagai UNESCO Global Geopark. - Jumlah geopark yang telah resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark oleh UNESCO. Total indikator adalah penjumlahan dari kedua kategori tersebut, dengan catatan bahwa satu geopark yang telah direkomendasikan dan kemudian ditetapkan hanya dihitung sekali. Indikator ini dinyatakan dalam angka absolut yang merepresentasikan jumlah geopark. Indikator ini diampu oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai anggota Komite Nasional Geopark Indonesia. Penetapan sebagai UNESCO Global Geopark dilakukan oleh UNESCO. | ||
| 494 | Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara | Parent | juta kunjungan | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Kunjungan wisatawan mancanegara merujuk pada perjalanan yang dilakukan oleh individu-individu dari luar negeri ke suatu negara atau destinasi tertentu untuk tujuan rekreasi, liburan, bisnis, pendidikan, atau alasan lainnya. | Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dihitung melalui pintu masuk utama (Udara, Laut, Darat) | ||
| 495 | Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara | Parent | kunjungan | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Jumlah perjalanan wisatawan nusantara merupakan banyaknya perjalanan kurang dari 6 bulan yang dilakukan oleh penduduk dalam wilayah Indonesia dengan tujuan bukan untuk memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi serta bukan merupakan perjalanan rutin (sekolah atau bekerja), dengan mengunjungi obyek wisata komersial, dan/atau menginap di akomodasi komersial, dan/atau jarak perjalanan lebih besar atau sama dengan 100 (seratus) kilometer pergi-pulang. | Jumlah kunjungan wisatawan nusantara dihitung berdasarkan salah satu kriteria:a.Penduduk yang melakukan perjalanan mengunjungi obyek wisata komersial;b.Penduduk yang melakukan perjalanan tidak mengunjungi obyek wisata komersial namun menginap di usaha jasa akomodasi;c.Penduduk yang melakukan perjalanan tidak mengunjungi obyek wisata komersial maupun tidak menginap di usaha jasa akomodasi tetapi menempuh perjalanan di atas 100 km (pulang- pergi). | ||
| 496 | Jumlah lokasi yang menerapkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) | Parent | lokasi | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota | Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat serta dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktifitas wisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk wisata masal dan berbagai jenis kegiatan wisata lainnya.Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) memberikan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA). ISTA merupakan penghargaan untuk membangun kesadaran pengelola destinasi pariwisata akan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan. | Jumlah lokasi penerapan sustainable tourism development dihitung dari banyaknya tempat wisata yang menerapkan sustainable tourism development di Wilayah A ditambah dengan banyaknya tempat wisata yang menerapkan sustainable tourism development di Wilayah B ditambah banyaknya tempat wisata yang menerapkan sustainable tourism development di Wilayah N, yang dinyatakan dengan satuan lokasi wisata. Lokasi yang bisa dianggap telah menerapkan sustainable tourism development hanya lokasi yang telah memiliki sertifikat resmi pariwisata berkelanjutan.Rumus:Keterangan:JPST :Jumlah lokasi penerapan sustainable tourism developmentPSTA : Banyaknya tempat wisata yang menerapkan sustainable tourism development di Wilayah-APSTB : Banyaknya tempat wisata yang menerapkan sustainable tourism development di Wilayah-BPSTn : Banyaknya tempat wisata yang menerapkan sustainable tourism development di Wilayah-n | ||
| 497 | Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata | Parent | orang | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi; Destinasi Pariwisata: Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Bali, Kepulauan Riau, Greater Jakarta, Lombok-Gili-Tramena, Manado-Likupang, Bangka Belitung, Danau Toba, Raja Ampat, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi, Morotai | Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. | Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata | ||
| 498 | Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (Jawa Tengah) | Child | orang | Destinasi Pariwisata: Borobudur-Yogyakarta-Prambanan | Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. | Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata | ||
| 499 | Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (DIY) | Child | orang | Destinasi Pariwisata: Bali | Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. | Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata | ||
| 500 | Jumlah Pekerja Sektor Pariwisata Bali | Child | orang | Destinasi Pariwisata: Kepulauan Riau | Banyaknya orang yang bekerja di sektor pariwisata. | Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata |