Kode Referensi Indikator Pembangunan
Standar baku pengkodean dan penyelarasan indikator pembangunan untuk dokumen perencanaan nasional dan daerah.
Total Indikator 2,396
Walidata Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital
Kementerian PPN/Bappenas
Riwayat Perubahan
[Catatan Rilis] Pemutakhiran Kode Referensi Indikator Pembangunan berdasarkan pemutakhiran Indikator Outcome Pembangunan Daerah dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Dasar Hukum
Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP. 26A/M.PPN/HK/05/2025 Tentang Kode Referensi Indikator Pembangunan
Tanggal Rilis
10 November 2025
Versi
| No | Kode Indikator | Nama Indikator | Tipe | Satuan | Klasifikasi | Definisi | Rumus Perhitungan | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 121 | Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Bali-Nusra | Child | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | Indeks Diversifikasi Ekspor Per Pulau adalah ukuran yang menunjukkan variasi produk yang diekspor oleh pulau tersebut. Indikator ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa jenis produk ekspor dengan memperluas ragam produk yang diekspor. Indeks ini dihitung menggunakan Hirschman-Herfindahl Index (HHI), yang mengukur tingkat konsentrasi ekspor berdasarkan kategori produk dengan kode HS 2 Digit di setiap provinsi. Semakin rendah nilai HHI, semakin terdiversifikasi ekspor barang dari provinsi-provinsi di Pulau [Nama Pulau], yang menandakan ketergantungan yang lebih rendah pada beberapa jenis produk saja dan meningkatkan stabilitas ekonomi ekspor daerah. | HHI = (Σ[j=1, ni] ( (xij/Xi)^2 - 1/ni) ) / (1 - 1/ni) xij = nilai ekspor ni = jumlah produk Xi = nilai ekspor Indikator ini kemudian dihitung dengan merata-ratakan HHI provinsi di setiap pulau. | ||
| 122 | Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Kalimantan | Child | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | Indeks Diversifikasi Ekspor Per Pulau adalah ukuran yang menunjukkan variasi produk yang diekspor oleh pulau tersebut. Indikator ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa jenis produk ekspor dengan memperluas ragam produk yang diekspor. Indeks ini dihitung menggunakan Hirschman-Herfindahl Index (HHI), yang mengukur tingkat konsentrasi ekspor berdasarkan kategori produk dengan kode HS 2 Digit di setiap provinsi. Semakin rendah nilai HHI, semakin terdiversifikasi ekspor barang dari provinsi-provinsi di Pulau [Nama Pulau], yang menandakan ketergantungan yang lebih rendah pada beberapa jenis produk saja dan meningkatkan stabilitas ekonomi ekspor daerah. | HHI = (Σ[j=1, ni] ( (xij/Xi)^2 - 1/ni) ) / (1 - 1/ni) xij = nilai ekspor ni = jumlah produk Xi = nilai ekspor Indikator ini kemudian dihitung dengan merata-ratakan HHI provinsi di setiap pulau. | ||
| 123 | Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Sulawesi | Child | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | Indeks Diversifikasi Ekspor Per Pulau adalah ukuran yang menunjukkan variasi produk yang diekspor oleh pulau tersebut. Indikator ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa jenis produk ekspor dengan memperluas ragam produk yang diekspor. Indeks ini dihitung menggunakan Hirschman-Herfindahl Index (HHI), yang mengukur tingkat konsentrasi ekspor berdasarkan kategori produk dengan kode HS 2 Digit di setiap provinsi. Semakin rendah nilai HHI, semakin terdiversifikasi ekspor barang dari provinsi-provinsi di Pulau [Nama Pulau], yang menandakan ketergantungan yang lebih rendah pada beberapa jenis produk saja dan meningkatkan stabilitas ekonomi ekspor daerah. | HHI = (Σ[j=1, ni] ( (xij/Xi)^2 - 1/ni) ) / (1 - 1/ni) xij = nilai ekspor ni = jumlah produk Xi = nilai ekspor Indikator ini kemudian dihitung dengan merata-ratakan HHI provinsi di setiap pulau. | ||
| 124 | Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Papua-Maluku | Child | - | Wilayah Administrasi: Provinsi | Indeks Diversifikasi Ekspor Per Pulau adalah ukuran yang menunjukkan variasi produk yang diekspor oleh pulau tersebut. Indikator ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa jenis produk ekspor dengan memperluas ragam produk yang diekspor. Indeks ini dihitung menggunakan Hirschman-Herfindahl Index (HHI), yang mengukur tingkat konsentrasi ekspor berdasarkan kategori produk dengan kode HS 2 Digit di setiap provinsi. Semakin rendah nilai HHI, semakin terdiversifikasi ekspor barang dari provinsi-provinsi di Pulau [Nama Pulau], yang menandakan ketergantungan yang lebih rendah pada beberapa jenis produk saja dan meningkatkan stabilitas ekonomi ekspor daerah. | HHI = (Σ[j=1, ni] ( (xij/Xi)^2 - 1/ni) ) / (1 - 1/ni) xij = nilai ekspor ni = jumlah produk Xi = nilai ekspor Indikator ini kemudian dihitung dengan merata-ratakan HHI provinsi di setiap pulau. | ||
| 125 | Indeks Keberdayaan Konsumen | Parent | Indeks Keberdayaan Konsumen merupakan indeks yang mengukur kesadaran, pemahaman dan kemampuan menerapkan hak dan kewajiban konsumen dalam berinteraksi dengan pasar. Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) mengambarkan kondisi keberdayaan konsumen. | Indeks Keberdayaan Konsumen diukur melalui survey eksternal yang menghitung tingkat keberdayaan berdasarkan tahapan pra-pembelian, pembelian, dan pasca pembelian. | ||||
| 126 | Inflasi Harga Bergejolak | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Kecenderungan naiknya harga dalam suatu periode, dari suatu kumpulan pangan bergejolak yang dikonsumsi oleh penduduk/rumah tangga dalam kurun waktu tertentu. | |||
| 127 | Nilai Ekspor Ekonomi Kreatif | Parent | miliar dolar Amerika Serikat | Ekspor Ekonomi Kreatif adalah pendapatan dikarenakan kegiatan jual beli produk ekonomi kreatif ke luar negeri dalam kurun waktu satu tahun, dihitung menggunakan Referensi HS Ekraf KBLI BPS 2015 yang mengacu kepada BTKI 20217. | Penjumlahan nilai ekspor ekonomi kreatif menggunakan klasifikasi HS Ekraf KBLI BPS 2015 yang mengacu pada BTKI 2017 | |||
| 128 | Jumlah pelaku usaha yang melakukan ekspor | Parent | pelaku usaha (kumulatif) | Merupakan jumlah pelaku usaha yang melakukan ekspor yang tercatat dalam sistem Bea Cukai. | Berdasarkan data sistem pencatatan Bea Cukai yaitu CEISA (Customs-Excise Information System and Automation) | |||
| 129 | Jumlah PTA/FTA/CEPA yang terselesaikan | Parent | kesepakatan | Sektor; Jenis Perundingan: PTA, FTA, CEPA | Jumlah Preferential Trade Agreement (PTA)/ Free Trade Agreement (FTA)/ Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang terselesaikan adalah jumlah Perundingan Perdagangan Internasional yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara mitra PTA/FTA/CEPA yang terselesaikan dalam rangka untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia ke negara mitra PTA/FTA/CEPA sehingga daya saing relatif produk Indonesia meningkat dibandingkan produk negara lain di pasar negara mitra PTA/FTA/CEPA. | Jumlah perjanjian perdagangan internasional (PTA/FTA/CEPA) yang ditandatangan oleh Indonesia/ASEAN dan negara mitra PTA/FTA/CEPA. | ||
| 130 | Jumlah usaha e-commerce | Parent | unit (kumulatif) | Pulau: Sumatera, Jawa, Bali-Nusra, Kalimantan, Sulawesi, Papua-Maluku | Kemajuan teknologi yang didukung dengan infrastruktur dan kemudahan regulasi, telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Kategori usaha yang dilakukan survei oleh BPS mencakup (1) perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; (2) penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum; (3) industri pengolahan; (4) jasa lainnya; (5) pengangkutan dan pergudangan; (6) informasi dan komunikasi; (7) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (8) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha; (9) Pendidikan; (10) aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas social; (11) aktivitas professional, ilmiah, dan teknis; (12) kesenian, hiburan, dan rekreasi. Indikator ini menunjukkan jumlah usaha yang mencakup seluruh kategori tersebut di atas yang telah tergabung dalam e-commerce atau telah melakukan penjualan secara digital (online) dalam suatu pulau. | Berdasarkan publikasi “Statistik E-commerce 2022/2023” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menggunakan metode survei. Merupakan penjumlahan dari provinsi-provinsi di suatu pulau. | ||
| 131 | Jumlah usaha e-commerce di Pulau Sumatera | Child | unit (kumulatif) | Wilayah Administrasi: Provinsi | Kemajuan teknologi yang didukung dengan infrastruktur dan kemudahan regulasi, telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Kategori usaha yang dilakukan survei oleh BPS mencakup (1) perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; (2) penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum; (3) industri pengolahan; (4) jasa lainnya; (5) pengangkutan dan pergudangan; (6) informasi dan komunikasi; (7) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (8) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha; (9) Pendidikan; (10) aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas social; (11) aktivitas professional, ilmiah, dan teknis; (12) kesenian, hiburan, dan rekreasi. Indikator ini menunjukkan jumlah usaha yang mencakup seluruh kategori tersebut di atas yang telah tergabung dalam e-commerce atau telah melakukan penjualan secara digital (online) dalam suatu pulau. | Berdasarkan publikasi “Statistik E-commerce 2022/2023” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menggunakan metode survei. Merupakan penjumlahan dari provinsi-provinsi di suatu pulau. | ||
| 132 | Jumlah usaha e-commerce di Pulau Jawa | Child | unit (kumulatif) | Wilayah Administrasi: Provinsi | Kemajuan teknologi yang didukung dengan infrastruktur dan kemudahan regulasi, telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Kategori usaha yang dilakukan survei oleh BPS mencakup (1) perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; (2) penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum; (3) industri pengolahan; (4) jasa lainnya; (5) pengangkutan dan pergudangan; (6) informasi dan komunikasi; (7) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (8) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha; (9) Pendidikan; (10) aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas social; (11) aktivitas professional, ilmiah, dan teknis; (12) kesenian, hiburan, dan rekreasi. Indikator ini menunjukkan jumlah usaha yang mencakup seluruh kategori tersebut di atas yang telah tergabung dalam e-commerce atau telah melakukan penjualan secara digital (online) dalam suatu pulau. | Berdasarkan publikasi “Statistik E-commerce 2022/2023” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menggunakan metode survei. Merupakan penjumlahan dari provinsi-provinsi di suatu pulau. | ||
| 133 | Jumlah usaha e-commerce di Pulau Bali-Nusra | Child | unit (kumulatif) | Wilayah Administrasi: Provinsi | Kemajuan teknologi yang didukung dengan infrastruktur dan kemudahan regulasi, telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Kategori usaha yang dilakukan survei oleh BPS mencakup (1) perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; (2) penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum; (3) industri pengolahan; (4) jasa lainnya; (5) pengangkutan dan pergudangan; (6) informasi dan komunikasi; (7) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (8) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha; (9) Pendidikan; (10) aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas social; (11) aktivitas professional, ilmiah, dan teknis; (12) kesenian, hiburan, dan rekreasi. Indikator ini menunjukkan jumlah usaha yang mencakup seluruh kategori tersebut di atas yang telah tergabung dalam e-commerce atau telah melakukan penjualan secara digital (online) dalam suatu pulau. | Berdasarkan publikasi “Statistik E-commerce 2022/2023” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menggunakan metode survei. Merupakan penjumlahan dari provinsi-provinsi di suatu pulau. | ||
| 134 | Jumlah usaha e-commerce di Pulau Kalimantan | Child | unit (kumulatif) | Wilayah Administrasi: Provinsi | Kemajuan teknologi yang didukung dengan infrastruktur dan kemudahan regulasi, telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Kategori usaha yang dilakukan survei oleh BPS mencakup (1) perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; (2) penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum; (3) industri pengolahan; (4) jasa lainnya; (5) pengangkutan dan pergudangan; (6) informasi dan komunikasi; (7) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (8) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha; (9) Pendidikan; (10) aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas social; (11) aktivitas professional, ilmiah, dan teknis; (12) kesenian, hiburan, dan rekreasi. Indikator ini menunjukkan jumlah usaha yang mencakup seluruh kategori tersebut di atas yang telah tergabung dalam e-commerce atau telah melakukan penjualan secara digital (online) dalam suatu pulau. | Berdasarkan publikasi “Statistik E-commerce 2022/2023” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menggunakan metode survei. Merupakan penjumlahan dari provinsi-provinsi di suatu pulau. | ||
| 135 | Jumlah usaha e-commerce di Pulau Sulawesi | Child | unit (kumulatif) | Wilayah Administrasi: Provinsi | Kemajuan teknologi yang didukung dengan infrastruktur dan kemudahan regulasi, telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Kategori usaha yang dilakukan survei oleh BPS mencakup (1) perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; (2) penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum; (3) industri pengolahan; (4) jasa lainnya; (5) pengangkutan dan pergudangan; (6) informasi dan komunikasi; (7) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (8) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha; (9) Pendidikan; (10) aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas social; (11) aktivitas professional, ilmiah, dan teknis; (12) kesenian, hiburan, dan rekreasi. Indikator ini menunjukkan jumlah usaha yang mencakup seluruh kategori tersebut di atas yang telah tergabung dalam e-commerce atau telah melakukan penjualan secara digital (online) dalam suatu pulau. | Berdasarkan publikasi “Statistik E-commerce 2022/2023” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menggunakan metode survei. Merupakan penjumlahan dari provinsi-provinsi di suatu pulau. | ||
| 136 | Jumlah usaha e-commerce di Pulau Papua-Maluku | Child | unit (kumulatif) | Wilayah Administrasi: Provinsi | Kemajuan teknologi yang didukung dengan infrastruktur dan kemudahan regulasi, telah mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha berbasis digital. Kategori usaha yang dilakukan survei oleh BPS mencakup (1) perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; (2) penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum; (3) industri pengolahan; (4) jasa lainnya; (5) pengangkutan dan pergudangan; (6) informasi dan komunikasi; (7) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (8) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha; (9) Pendidikan; (10) aktivitas Kesehatan manusia dan aktivitas social; (11) aktivitas professional, ilmiah, dan teknis; (12) kesenian, hiburan, dan rekreasi. Indikator ini menunjukkan jumlah usaha yang mencakup seluruh kategori tersebut di atas yang telah tergabung dalam e-commerce atau telah melakukan penjualan secara digital (online) dalam suatu pulau. | Berdasarkan publikasi “Statistik E-commerce 2022/2023” yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menggunakan metode survei. Merupakan penjumlahan dari provinsi-provinsi di suatu pulau. | ||
| 137 | Koefisien Variasi Harga Antarwilayah Tingkat Provinsi | Parent | - | Wilayah Administrasi: Provinsi, Kabupaten/Kota | Disparitas Harga pada Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting di antara Kabupaten/Kota di dalam Satu Provinsi | KVH_(bapokting1) = (simpangan_baku / rata_rata)_antarkabkota_bapokting1 KVH_antarwilayah = rata_rata_KVH_seluruh_bapokting KVH_antarwilayah = (KVH_(barang1) + KVH_(barang2) + KVH_(barang_n)) / jumlah_bapokting KVH_(bapokting1) : Nilai koefisien variasi harga (KVH) antar kabupaten/kota pada bapokting ke-1. simpangan_baku : Nilai simpangan baku harga antar kabupaten/kota untuk bapokting ke-1. rata_rata : Nilai rata-rata harga antar kabupaten/kota untuk bapokting ke-1. KVH_antarwilayah : Rata-rata nilai KVH seluruh bapokting. KVH_(barang1), KVH_(barang2), KVH_(barang_n) : Nilai KVH masing-masing barang pada bapokting yang dianalisis. jumlah_bapokting : Jumlah total bapokting yang dihitung dalam analisis. | ||
| 138 | Kontribusi Ekonomi Digital terhadap PDB | Parent | persen | Besaran nilai sektor informasi dan komunikasi terhadap kontribusi PDB | ||||
| 139 | Kontribusi Ekspor Barang Indonesia terhadap Ekspor Barang Dunia | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Kontribusi ekspor barang Indonesia terhadap total ekspor barang dunia mencerminkan proporsi atau persentase dari total ekspor Indonesia terhadap total ekspor barang dunia. Indikator ini memberikan gambaran tentang seberapa besar peran Indonesia dalam ekspor global. | Rumus: Kontribusi Ekspor Barang Indonesia Terhadap Total Ekspor Barang Dunia = Total Nilai Ekspor Indonesia / Total Nilai Ekspor Dunia x 100% Keterangan: Kontribusi Ekspor Barang Indonesia dalam satuan persen (%) Total Nilai Ekspor Indonesia: Total nilai ekspor barang Indonesia ke seluruh negara di dunia (US$) Total Nilai Ekspor Dunia: Total nilai ekspor barang seluruh negara di dunia (US$) | ||
| 140 | Kontribusi ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi Indonesia terhadap total ekspor produk Indonesia | Parent | persen | Wilayah Administrasi: Nasional, Provinsi | Industri berteknologi menengah dan tinggi adalah industri- industri dengan klasifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) 2020 sebagai berikut: Kode Deskripsi 20 Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia 21Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional 252 Industri senjata dan amunisi 26 Industri komputer, barang elektronik dan optik 27 Industri peralatan listrik 28 Industri mesin dan perlengkapan ytdl (yang tidak termasuk dalam lainnya) 29 Industri mesin dan perlengkapan ytdl 30 Industri alat angkutan lainnya (kecuali 301, pembuatan kapal dan perahu) 325 Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapannya Teknologi tinggi tidak hanya dinilai dari produk, namun juga proses dalam menghasilkan produk tersebut yang telah menggunakan teknologi tinggi. | Kontribusi ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi Indonesia terhadap total ekspor produk Indonesia diperoleh dengan membagi jumlah ekspor produk industri berteknologi menengah dan tinggi dengan total jumlah ekspor produk, kemudian dikalikan dengan 100 persen. Rumus: P EPIBT = EPIBT / EP x 100 Keterangan: P EPIBT: Proporsi ekspor produk industri berteknologi menengah dan tinggi. EPIBT: Jumlah ekspor produk industri berteknologi menengah dan tinggi. EP : (Total) ekspor produk. |