Standar baku pengkodean dan penyelarasan indikator pembangunan yang digunakan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
[Catatan Rilis] Pemutakhiran Kode Referensi Indikator Pembangunan berdasarkan pemutakhiran Indikator Outcome Pembangunan Daerah dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital
Kementerian PPN/Bappenas
Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP. 26A/M.PPN/HK/05/2025 Tentang Kode Referensi Indikator Pembangunan
Monday, 10 November 2025
| Kode Indikator | Nama Indikator | Parent/Child | Definisi | Rumus Perhitungan |
|---|---|---|---|---|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Literasi Membaca tingkat SD | Child |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Literasi Membaca tingkat SMP | Child |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Literasi Membaca tingkat SMA | Child |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Literasi Membaca tingkat SMK | Child |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Literasi Membaca tingkat SDLB | Child |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Literasi Membaca tingkat SMPLB | Child |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Literasi Membaca tingkat SMALB | Child |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Numerasi tingkat SD | Child |
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Numerasi tingkat SMP | Child |
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Numerasi tingkat SMA | Child |
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Numerasi tingkat SMK | Child |
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Numerasi tingkat SDLB | Child |
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Numerasi tingkat SMPLB | Child |
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat Nasional: Numerasi tingkat SMALB | Child |
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.
|
-
|
|
| Rata-rata Nilai PISA | Parent |
Ukuran hasil asesmen peserta didik secara global pada aspek literasi membaca, matematika, dan sains yang diselenggarakan oleh The Organisation for Economic Cooperation and Development. Peserta didik yang berpartisipasi dalam PISA adalah peserta didik yang berusia 15 tahun serta setidaknya telah menyelesaikan 6 tahun sekolah formal yang dipilih secara acak dari sekolah-sekolah terpilih.
|
Rata-rata nilai PISA=i=1nntn Keterangan: nt = Nilai tes PISA peserta didik Indonesia berusia 15 tahu...
|
|
| Sitasi internasional perguruan tinggi Indonesia; a) rasio sitasi; b) h-index | Parent |
Sitasi Internasional menyatakan jumlah kutipan yang diterima dalam tahun yang dipilih oleh jurnal terhadap dokumen yang diterbitkan dalam periode sebelumnya, yaitu kutipan yang diterima pada tahun tertentu terhadap dokumen yang diterbitkan dalam tahun sebelumnya dengan syarat semua jenis dokumen dipertimbangkan. Kinerja Sitasi Internasional perguruan tinggi digunakan untuk melihat produktivitas hasil riset perguruan tinggi yang diukur melalui rasio sitasi dan H-index. Rasio sitasi adalah ukuran yang menunjukkan seberapa banyak karya ilmiah suatu peneliti atau institusi telah disitasi oleh peneliti lain. H-index adalah ukuran tingkat sitasi sesuai bidang keilmuan yang dipubliksikan. H Index mengukur produktivitas ilmiah jurnal dan dampak ilmiah ilmuwan di suatu negara. Kedua ukuran tersebut digunakan agar tidak hanya menghitung kinerja secara kuantitas namun juga termasuk dampak dari publikasi yang dihasilkan.
|
a) rasio sitasi = jumlah sitasi : jumlah publikasi b) H index dihitung dengan menentukan banyaknya s...
|
|
| Tingkat kehadiran siswa dan santri yang mendapatkan makan bergizi gratis | Parent |
Persentase kehadiran siswa dan santri yang mendapatkan makan bergizi gratis
|
[jumlah dari total hari kehadiran siswa/santri dalam pemberian makanan bergizi dibagi dengan jumlah...
|
|
| Tingkat Partisipasi dalam Pembelajaran yang Teroganisasi (Satu Tahun Sebelum Usia Sekolah Dasar) | Parent |
Indikator ini mengukur angka partisipasi anak usia 6 tahun (satu tahun sebelum usia resmi masuk Sekolah Dasar) dalam program pendidikan yang terorganisir, yaitu:a.Pendidikan anak usia dini (Pra-sekolah) yang me- liputi Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), Bustanul Athfal (BA) dan PAUD.b. Sekolah Dasar/sederajat.
|
Tingkat partisipasi anak usia 6 tahun dalam program pembelajaran yang terorganisir merupakan persent...
|
|
| Tingkat Partisipasi dalam Pendidikan dan Pelatihan Formal dan non-Formal | Parent |
Indikator ini mengukur partisipasi remaja dan dewasa dalam pendidikan dan pelatihan baik formal ataupun nonformal. Pendidikan formal yang dimaksud adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sementara pendidikan nonformal menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Indikator ini, dengan demikian, menghitung tingkat partisipasi (1) usia muda (15 – 24 tahun) dan (2) dewasa (25 – 64 tahun), laki-laki dan perempuan, dalam SD/ MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, SM/SMK/MA/Paket C, pendidikan tinggi, atau pendidikan nonformal lainnya seperti kursus, dalam 12 bulan terakhir terhitung sejak survei dilakukan. Tingginya angka indikator ini menunjukkan bahwa mayoritas usia muda dan dewasa berpartisipasi dalam pendidikan untuk meningkatkan kompetensinya.
|
Indikator ini menekankan pada partisipasi usia muda dan dewasa dalam pendidikan, terlepas dari pendi...
|
|
| Tingkat partisipasi warga negara usia 13-15 tahun yang berpartisipasi dalam pendidikan menengah pertama | Parent |
Tingkat partisipasi warga negara usia 13- 15 tahun yang berpartisipasi pendidikan pertama dalam menengah
|
Jumlah anak usia 13-15 tahun yang sudah tamat atau sedang belajar di sekolah menengah pertama / Juml...
|