Kode Referensi Indikator Pembangunan

Standar baku pengkodean dan penyelarasan indikator pembangunan yang digunakan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

Beranda
Riwayat Perubahan

[Catatan Rilis] Pemutakhiran Kode Referensi Indikator Pembangunan berdasarkan pemutakhiran Indikator Outcome Pembangunan Daerah dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Walidata

Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital

Instansi

Kementerian PPN/Bappenas

Dasar Hukum

Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP. 26A/M.PPN/HK/05/2025 Tentang Kode Referensi Indikator Pembangunan

Tanggal Dirilis

Monday, 10 November 2025

Versi
Tabel Kode Referensi Indikator Pembangunan
Kode Indikator Nama Indikator Parent/Child Definisi Rumus Perhitungan
Persentase luas areal pengendalian dan penanggulangan bencana DPI tanaman perkebunan Parent
Mengukur persentase DPI yang berhasil ditangani terhadap total luas yang terdampak DPI yang terjadi pada tanaman perkebunan
Cara perhitungan dengan membandingkan luas area tanaman perkebunan yang mendapat penanganan DPI pada...
Pertumbuhan PDB Tanaman Perkebunan Parent
Jumlah seluruh nilai tambah bruto ditambah dengan pajak neto atas produk yang dihitung atas harga berlaku (untuk Subsektor Tanaman Perkebunan)
Nilai = nilai tahun sebelumnya*(1+pertumbuhan/100) Pertumbuhan tanaman perkebunan = elastisitas*pert...
Produktivitas Kelapa Parent
Kemampuan pohon kelapa menghasilkan buah kelapa dalam jumlah tertentu dalam waktu tertentu.
Total buah kelapa yang dihasilkan oleh seluruh pohon dalam satu hektar dalam satu tahun.
Ragam Produk Hilir Sawit Parent
Ragam produk hilir sawit hasil penelitian dan pengembangan baik yang masih berskala laboratorium maupun yang sudah berskala komersil. Yang dimaksud dengan produk hilir sawit adalah sebagaimana terdapat pada Permenperin No. 32 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Komoditas Turunan Kelapa Sawit
Menghitung jumlah ragam produk hilir sawit hasil penelitian dan pengembangan baik yang masih berskal...
Rasio luas serangan OPT tanaman perkebunan yang dapat ditangani terhadap luas serangan OPT Parent
Mengukur persentase serangan OPT yang berhasil ditangani terhadap total luas serangan OPT yang terjadi pada tanaman perkebunan
(Total luas areal perkebunan yang ditangani akibat serangan OPT / Total luas serangan OPT yang dilap...
Jumlah kabupaten/kota yang mampu menekan kasus positif rabies pada hewan Parent
Mengukur jumlah kabupaten atau kota yang berhasil menurunkan atau mempertahankan angka kasus positif rabies pada hewan melalui upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif, seperti vaksinasi massal, edukasi masyarakat, dan pengendalian populasi hewan penular rabies.
Akumulasi jumlah Kab/Kota yang mampu menekan kasus positif rabies pada hewan
Jumlah Produksi Daging Parent
Banyaknya daging hasil pemotongan ternak di suatu wilayah, termasuk bagian yang dapat dimakan (edible portion), misalnya jeroan dan daging variasi, selama waktu tertentu.
Jumlah karkas hasil pemotongan ternak ditambah dengan edible offal (bagian yang dapat dimakan) selam...
Jumlah Produksi Susu Parent
Banyaknya susu yang diproduksi oleh ternak, termasuk yang diberikan kepada anak ternak, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain.
-
Jumlah Produksi Telur Unggas Parent
Banyaknya telur yang dihasilkan oleh unggas, termasuk yang ditetaskan, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain.
-
Konsumsi Pangan Hewani Parent
Kuantitas konsumsi pangan hewani yang meliputi daging ruminansia, daging unggas, telur,susu, dan ikan dalam satuan berat pangan per orang per hari
Penjumlahan konsumsi daging ruminansia, daging unggas, telur, susu, dan ikan dalam satuan berat pang...
Persentase komoditas produk peternakan siap edar yang memenuhi persyaratan mutu Parent
Menunjukkan persentase produk peternakan siap edar yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Produk peternakan mencakup pangan segar asal hewan seperti daging, susu, telur, dan produk olahannya. Pemenuhan persyaratan mutu mencakup aspek keamanan pangan, kebersihan, kandungan nutrisi, serta bebas dari kontaminan berbahaya.
Dihitung dengan membagi jumlah produk peternakan siap edar yang memenuhi persyaratan mutu dengan tot...
Persentase pemasukan pakan yang tersertifikasi keamanan dan mutunya Parent
Persentase pemasukan pakan yang tersertifikasi keamanan dan mutunya dihitung dengan membandingkan jumlah pakan yang tersertifikasi dengan total pakan yang diterima dalam suatu periode.
1. Jumlah pakan asal hewan yang dilakukan pelepasan dibagi dengan jumlah pemeriksaan pangan asal hew...
Persentase Penurunan kejadian dan jumlah kasus penyakit hewan menular Parent
Persentase Penurunan Kejadian dan Jumlah Kasus Penyakit Hewan Menular adalah ukuran yang menunjukkan persentase penurunan jumlah kejadian dan kasus penyakit hewan menular dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ini merupakan indikator penting dalam pengendalian dan pencegahan penyakit hewan menular.
Jumlah produksi pertanian pangan per hektar per tahun = (Jumlah produksi pertanian pangan) / (Luas p...
Persentase wilayah terkendali dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) Parent
- Mengurangi kemungkinan masuk dan menyebarnya penyakit hewan dalam satu wilayah yang berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi, lingkungan dan kesehatan masyarakat dari masuk dan menyebarnya penyakit hewan - Teridentifikasinya target Jenis HPHK yang dicegah masuk dan tersebarnya ke/di dalam/dari wilayah NKRI - Teridentifikasinya penyakit bawaan makanan asal hewan akibat kontaminasi zoonosis
-
Persentase wilayah terkendali dari penyakit hewan menular strategis Parent
Wilayah yang terkendali dari penyakit hewan menular strategis (PHMS) adalah daerah yang telah berhasil mengendalikan dan mengurangi risiko penyebaran penyakit hewan menular strategis.
Persentase Wilayah Terkendali = (Jumlah Wilayah Terkendali / Total Wilayah) * 100%
Persentase wilayah/kawasan terkendali dari penyakit hewan Parent
Persentase wilayah/kawasan terkendali dari panyakit hewan teridiri atas Persentase Wilayah yang Terkendali dan Persentase Wilayah yang Terkendali dari Penyakit Hewan Menular Strategis. Definisi indikator ini adalah proporsi wilayah atau kawasan yang berhasil dikendalikan terhadap penyebaran zoonosis dan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Kawasan terkendali dapat diartikan sebagai area yang telah berhasil melaksanakan kebijakan pengendalian penyakit yang efektif, termasuk melalui vaksinasi, karantina, dan tindakan pencegahan lainnya yang sesuai dengan pedoman kesehatan hewan nasional dan internasional.
Rata-rata dari penjumlahan Persentase Wilayah yang terkendali zoonosis dan Persentase Wilayah yang t...
Proporsi rumpun atau galur ternak lokal diklasifikasi menurut tingkat risiko kepunahan Parent
Menurut Definisi Operasional SDGs (2016) (FAO, 2009):Suatu rumpun dinyatakan berisiko apabila dalam status kritis (critical), kritis dipertahankan (critical-maintained), terancam punah (endangered) atau hampir punah yang dipelihara (endangered-maintened). Berisiko: jika populasi suatu rumpun dengan jumlah betina produktif (breeding females) ≤ 100 ekor dan jantan produktif (breeding males) ≤ 5 ekor, atau jumlah total populasi ≤ 120 ekor. Jika diluar itu maka dikatakan tidak berisiko. Status tidak berisiko tersebut diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Pertanian RI No. 117/Permentan SR.120/10/2014, yaitu status aman atau tidak berisiko jika jantan dan betina produktif mempunyai rasio 20:40 (sapi dan kerbau), 20:50 (kambing, domba dan babi), dan 20:200 (ayam, itik, angsa).Selain menggunakan kriteria diatas, perlu juga diperhatikan jumlah populasi efektif dihitung menurut Hamilton (2009), yaitu :Keterangan:Nm: Jumlah jantan dewasa (number of breed male).Nf: Jumlah betina dewasa (number of breed female).Na:Jumlah populasi aktual.Ne:Jumlah populasi efektif.Catatan:Ternak asli adalah ternak yang kerabat liarnya berasal dari Indonesia dan proses domestikasinya terjadi di Indonesia (PP Nomor 48 tahun 2011), sedangkan rumpun lokal adalah ternak yang diintroduksi dan berkembang biak, baik secara murni atau hasil silangan (≥ 5 generasi). Dari 206 rumpun ternak Indonesia yang terdata pada DAD-IS FAO, terdapat 175 rumpun lokal yaitu: kerbau 14, sapi 23, kambing 20, babi 22, domba 14, angsa 1, ayam 52, dan itik 29 (DAD-IS 2021).Informasi ini diperoleh dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang mengusulkan kekayaan sumber daya genetik kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perbibitan dan Produksi, Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Berdasarkan FAO (2009) status rumpun ternak dengan risiko kepunahan didefinisikan sebagai berikut:Pu...
Sumber daya genetika tanaman dan hewan sumber pangan yang terlindungi/tersedia Parent
Suatu rumpun dinyatakan berisiko apabila dalam status kritis (critical), kritis dipertahankan (critical maintained), terancam punah (endangered) atau hampir punah yang dipelihara (endangered maintened). Catatan: Terdata pada Domestic Animal Diversity Information System (DAD IS) sejumlah 146 rumpun (breed) ternak asli dan lokal. Rumpun asli adalah ternak sebagai hasil domestikasi di Indonesia (ancestor), lokal adalah diintroduksi dan berkembang biak baik secara murni atau hasil silangan (≥ 5 generasi). Dari 146 rumpun: 89 rumpun lokal yaitu: kerbau 11, sapi 13, kambing 10, domba 8, ayam 31, dan dan itik 18. Informasi ini diperoleh dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten yang mengusulkan kekayaan sumber daya genetik (plasma nutfah) diusulkan kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perbibitan dan Produksi, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Mengklasifikasikan jumlah absolut berdasarkan kategori terbaru yang terdapat dalam Global Databank f...
Persentase komoditas produk peternakan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan Parent
Menunjukkan persentase produk peternakan siap edar yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Produk peternakan mencakup pangan segar asal hewan seperti daging, susu, telur, dan produk olahannya. Pemenuhan persyaratan mutu mencakup aspek keamanan pangan, kebersihan, kandungan nutrisi, serta bebas dari kontaminan berbahaya
Dihitung dengan membagi jumlah produk peternakan siap edar yang memenuhi persyaratan mutu dengan tot...
Peningkatan Produksi Komoditas Peternakan Parent
Meningkatkan produksi sapi dan kerbau sebagai komoditas andalan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dalam negeri. Meliputi peningkatan produksi, organisasi pelaksana, manajemen database, monitoring dan evaluasi, serta pendanaan. SIKOMANDAN (Sistem Informasi Komoditas Andalan) dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Melibatkan peningkatan kompetensi SDM, pendampingan usaha peternakan, pemantauan, dan pendampingan ekspor.
Peningkatan Produksi (%) = ((Hasil Tahun Ini - Hasil Tahun Lalu) / Hasil Tahun Lalu) * 100 Yield (h...
Menampilkan 321 - 340 dari 2396 data